Pintu Pagar Besi Tempa Model Minimalis

Pintu Pagar Besi Tempa Model Minimalis – Saat ini besi tempa adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk pagar rumah. Selain karena kesan klasik yang diberikan oleh jenis besi yang satu ini, pesan estetika yang dimiliki sang pemilik rumah pun dapat tersalurkan .  Tak hanya sampai di situ, pintu pagar besi tempa model minimalis juga mulai banyak diminati. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan besi tempa? Penggunaan Besi tempa sendiri mulai berkembang di abad 20, terutama untuk fungsi dekoratif. Besi tempa menurut istilah adalah seni besi yang dibuat dengan cara dilebur dalam perapian yang kemudian ditempa dan diukir sesuai keinginan. Struktur dari besi tempa sendiri lembut dan ulet, sehingga setelah melewati proses pembentukan, besi tempa memberikan bentuk besi yang unik, klasik, indah dan artistik.

Selain pintu pagar besi tempa model minimalis, terdapat juga pagar besi berbahan stainless steel. Anda tentu sudah sering mendengar nama bahan yang satu ini. Biasanya stainless steel dignakan dalam peralata makan seerti sendok, garpu, atau pisau.  Stainless steel adalah material yang terbuat dari baja anti yang anti karat yang  mengandung kurang lebih 10,5% unsur kromium.  Namun ada juga yang menggunakan hanya lebih dari 30%. Unsur kromium inilah yang membuat proses korosi atau pengkaratan tidak terjadi pada bahan logam yang satu ini. Bagaimana ini bias terjadi? Kromium ini akan memberikan semacam perlindungan atau protective layer  pada bahan baja yang telah dicampur dengan unsur ini terhadap karat yang merupakan hasil dari oksidasi oksigen terhadap zat krom yang terjadi secara spontan.Intinya,stainless steel mempunyai kemampuan tahan karat dari lapisan film oksida kromium yang terbentuk. Ketika lapisan oksida ini terbentuk tentunya akan menghalangi proses oksidasi dari besi.

Dari kedua jenis pagar tersebut, tentu anda bias membandingkan sendiri. Jika dilihat dari harga yang diberikan, pagar stainless steel lebih murah dibandingkan dengan pagar tempa. Namun jika melihat kesan artistic yang diberikan, pagar besi tempa lebih bercita rasa seni tinggi dibanding dengan besi stainless steel. Oleh karena itu pula, pintu pagar besi tempa model minimalis mulai banyak diminati tak hanya sebagain kecil orang namun kebanyakan pemilik rumah yang ingin memberikan kesan seni pada huniannya.

Ada beberapa perpaduan bahan yang akan digunakan dalam membuat stainless steel ini, seperti baja, dll. Selain itu ada lagi bahan lainnya yang digunakan dalam membuat bahan logam ini, seperti Cromium. Kromium yang  biasanya digunakan adalah 10,5%, hanya sedikit yang menggunakan lebih dari 30% atau kandungan besinya kurang dari 50%. Stainless steel ini menjadi kuat dan tahan terhadap berbagai macam cuaca ini karena adanya tambahan krom sekitar 13%. Krom ini sendiri terbuat dari bahan yang tidak aktif, yaitu kromium III, Oksida Cr203 yang kemudian bertemu dengan Oksigen. Lapisan yang berhasil dibuat ini sangat tipis, sehingga tidak terlihat kasat mata, namun yang dapat Anda lihat adalah logam menjadi berkilau karena adanya lapisan ini. Ketika baja sudah terlapisi, maka logam ini akan menjadi tahan air, dan juga tahan terhadap udara. Kondisi seperti ini disebut juga dengan passivation, dan kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada bahan logam lainnya seperti Titatium dan Allumunium.

Besi Tempa merupakan pilihan tepat untuk pecinta seni untuk rumah idamannya, sehingga Besi Tempa menambah nilai keindahan desain yang istimewa. Besi Tempa memiliki daya tarik tersendiri, sehingga baik penghuni rumah ataupun orang yang melihatnya dapat senantiasa mendapatkan nuansa unik panorama yang sempurna.

Wrought iron atau besi tempa tentu merupakan istilah – istilah dalam konstruksi besi yang memiliki arti sama. Besi tempa merupakan besi polos yang berbentuk kotak dan sudah mendapatkan perlakukan khusus sehingga mampu menghasilkan tekstur atau bentuk tertentu. Proses penempaan pada besi dilakukan ketika besi masih merah menyala. Proses penempaan dilakukan dengan cara dipukul – pukul. Kebanyakan, proses tempa dilakukan untuk membentuk besi agar sesuai dengan keinginan si pembuat. Pada saat besi masih berwarna merah membara saat dibakar atau dipanaskan, saat itulah besi lebih mudah dibengkok – bengkokan. Besi tempa banyak digunakan dalam konstruksi besi. Biasanya besi tempa juga digunakan dalam pembuatan pagar perumahan.

Dalam pembuatan pagar, proses menempa besi biasanya hanya untuk mendapatkan tekstur tertentu. Sedangkan pembengkokan besi dapat dilakukan dengan cara manual ketika besi dalam keadaan dingin.

Pembuatan tekstur besi dengan metode penempaan dapat dilakuan dengan tenaga manusia atau dilakukan di pabrik. Yang paling banyak beredar saat ini adalah tektur buatan pabrik karena jika buatan tangan harganya akan sangat mahal namun memiliki tekstur yang sangat khas.

Besi tempa biasanya mengandung 0,5 persen karbon atau kurang dari itu. Ciri khas besi tempa adalah keras tetapi mudah lentur. Besi ini tidak mudah dilakurkan sehingga berbeda dengan besi yang mentah. Besi tempa memiliki sejumlah kecil karbon sehinga jika ditajamkan dapat menjadi tirus namun besi tersebut juga akan cepat kehilangan ketajamannya.

Besi tempa saat ini memang cukup populer, terutama untuk konstruksi pagar – pagar perumahan maupun bangunan komersial. Karena besi tersebut melalui proses penempaan untuk membentuk teksturnya, biasanya teksturnya akan kasar dan unik. Apalagi proses finishingnya juga cukup lama. Selain itu, harga besi tempa juga jauh lebih mahal daripada besi biasa karena prosesnya yang panjang untuk mendapatkan tekstur dan bentuk yang sesuai dengan keinginan. Konstruksi besi dengan bahan besi tempa memang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan. Selain pagar, besi tempa juga bisa dibuat untuk pintu, handrailing, dan keperluan – keperluan lainnya.

  • Proses Pembuatan Stainless Steel

Anda tentu sudah mengenal apa itu stainless steel, ini adalah material yang terbuat dari baja anti yang anti karat. Stainless steel ini mengandung kurang lebih unsur 10,5% kromium, kandungan ini yang membuat proses korosi atau proses pengkaratan tidak berlaku pada bahan logam yang satu ini.  Kromium ini akan memberikan semacam perlindungan pada bahan baja ini atau protective layer  yang merupakan hasil dari oksidasi oksigen terhadap zat krom yang terjadi secara spontan. Stainless steel ini mempunyai kemampuan tahan karat dari lapisan film oksida kromium yang terbentuk. Ketika lapisan oksida ini terbentuk tentunya akan menghalangi proses oksidasi dari besi . Proses pelapisan seperti ini tentu saja berbeda ketika Anda melindungi beberapa logam dari proses korosi. Kandungan unsur kimia dari

stainless steel Ada beberapa perpaduan bahan yang akan digunakan dalam membuat stainless steel ini, seperti baja, dll. Selain itu ada lagi bahan lainnya yang digunakan dalam membuat bahan logam ini, seperti Cromium. Kromium yang  biasanya digunakan adalah 10,5%, hanya sedikit yang menggunakan lebih dari 30% atau kandungan besinya kurang dari 50%. Stainless steel ini menjadi kuat dan tahan terhadap berbagai macam cuaca ini karena adanya tambahan krom sekitar 13%. Krom ini sendiri terbuat dari bahan yang tidak aktif, yaitu kromium III, Oksida Cr203 yang kemudian bertemu dengan Oksigen. Lapisan yang berhasil dibuat ini sangat tipis, sehingga tidak terlihat kasat mata, namun yang dapat Anda lihat adalah logam menjadi berkilau karena adanya lapisan ini. Ketika baja sudah terlapisi, maka logam ini akan menjadi tahan air, dan juga tahan terhadap udara. Kondisi seperti ini disebut juga dengan passivation, dan kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada bahan logam lainnya seperti Titatium dan Allumunium.

Krom ini adalah bahan yang paling penting untuk dapat membuat logam terutama besi menjadi tahan terhadap karat. Namun selain itu ada juga beberapa tambahan lainnya seperti ;

-Molibdenum (Mo) unsure ini bertujuan untuk memperbaiki daya tahan kososi pitting di dalam lingkungan klorida dan juga timbulnya korosi pada celah unsure karbon yang rendah.

-Penstabil Karbida dimana didalamnya terdapat titanium dan niobium tujuanya adalah untuk menekankan agar tidak terjadi korosi pada butir material.Ditambahkannya kromium / Cr bertujuan untuk menigkatkan daya tahan terhadap korosi dengan cara terbentuknya lapisan oksida / Cr203, ini juga yang akan membuat bahan tahan terhadap oksidadi pada temperatur yang tinggi.

-Nikel / Ni juga ditambahkan untuk meningkatkan daya tahan terhada korosi sekaligus sebagai media untukmengkorosi secara netral atau lemah. Nikel juga dapat meningkatkan daya tahan terhadap korosi tegangan.

-Allumunium / Al berfungsi untuk meningkatkan proses pembentukan lapisan oksida ketika temperature sedang tinggi.

 

Untuk membuat stainless steel terdiri dari beberapa macam proses :

  1. Pertama-tama bahan baku yang berupa besi, krom, silikon, nikel, karbon nitrogen dan mangan akan dicairkan ke dalam tungku listrik, lama proses peleburan bahan-bahan ini setidaknya 8 sampai dengan 12 jam, dengan suhu panas yang konstan.
  2. Setelah itu campuran yang sudah dileburkan akan dimasukkan / dicetak ke dalam lempeng mekar atau dapat disebut juga dengan bilet. Proses ini dilakukan sebelum mengambil bentuk semi padat. Setelah itu besi baja ini kemudian dibuat ke dalam beberapa jenis, seperti pipa baik tubing maupun hollow, lembaran / plat, hot rolling bar, AS / Behel, plat strip, bentuk siku, dan lainnya.
  3. Pada kondisi seperti ini stainless akan menggunakan anil, untuk membuat logam ini dapat diatur dengan tekanan internal dan dapat melunak kemudian dapat diperkuat. Untuk membuat sebuah stainless steel ini diperlukan pemantauan yang berkala agar proses pematangan atau pengerasan bahan logam ini baik. Proses pemanasan dan juga proses pendinginan harus diperhatikan dengan baik, agar dapat menciptakan sebuah logam yang berkualitas dan tentunya juga kuat. Sifat keras atau tidak logam tersebut terbentuk dari suhu yang dibuatnya, seperti jika suhu pada proses pembuatan logam rendah, tentunya akan menghasilkan bahan yang kuat namun cenderung patah. Berbeda ketika menggunakan suhu yang tinggi maka akan menghasilkan bahan dengan kualitas rendah namun cenderung kuat. Panas atau tidak suhu yang digunakan ketika akan membuat bahan logam ini, akan membuat grade yang dihasilkan berbeda-beda.
  4. De-scaling juga diperkenalkan dalam membuat stainless steel ini, ini adalah proses produksi yang menggunakan waktu yang berbeda, dan juga tergantung pada baja yang akan dihasilkan. Untuk membentuk bar dan juga kawat akan menggunakan tambahan rolling panas, kemudian proses penempaan dan juga pengekstruksi. Setelah melalui panas tertentu maka bahan lembaran dan juga kawat akan melalui proses anil.
  5. Kemudian sampai pada proses pemotongan dengan menggunakan pisau yang disebut dengan Guillotine dan juga bilah baja yang mempunyai kecepatan tinggi untuk blanking, dan juga memotong serangkaian lubang dengan cara bertumpuk. Stainless juga dapat dipotong dengan menggunakan metoda pemotongan api, ini adalah sebuah proses pemotongan menggunakan api yang dihasilkan oleh oksigen, propane dan bubuk besi. Jet pemotong plasma akan menggunakan kolom gas yang telah terionisasi dan mencair setelah itu logam akan dapat dipotong dengan baik.
  6. Setelah tahap ini selesai, maka langkah terakhir yang akan dilakukan adalah proses pembuatan stainless steel, untuk itu penting untuk membuat permukaan logam menjadi halus dan juga reflektif. Pada tahap akhir ini akan membuat logam ini tahan terhadap korosi, dan membuat bahan jadi, dan siap untuk digunakan dalam berbagai macam sektor industry.

Pada tahap akhir ini dibuat melalui panas rolling yang cenderung menekan, setelah itu penempaan dan ekstruksi. Setelah itu akan masuk pada tahap pengelasan, dan diubah menjadi bentuk yang diinginkan. Dalam proses ini seluruh kegiatan akan dimonitor, setelah itu materi yang berhasil dibuat pun akan diperiksa, terutama dalam sifat mekanik agar bahan logam ini dapat bertahan lama.

  • Sifat dari stainless steel

Stainless steel ini juga dikenal dengan nama CRES, baja inox  atau disebut juga baja tahan korosi, sedangkan bahan untuk membuat baja sendiri adalah besi, nikel, krom,karmon, molybdenum dan beberapa logam lainnya. Bahan-bahan ini digunakan dalam berbagai macam berat.  Khusus untuk stainless steel sendiri bahan krom tidak boleh kurang dari 11%. Selain itu bahan logam yang satu ini mempunyai sidat fisik yang unik, seperti ;

-Zat yang keras kuat dan juga keras.

-Bukan sebagai konduktor atau penghantar panas yang baik.

-Mempunyai kekuatan yang tinggi, dengan begitu maka bahan logam yang satu ini dapat dibentuk atau dibengkokan dengan mudah.

-Bahan logam yang satu ini dapat dibuat sebagai magnet, karena sedikit mengandung magnet.

-Tahan terhadap adanya korosi.

-Bahan ini tidak dapat teroksidasi dengan mudah.

-Stainless steel ini dapat bertahan lama dibandingkan dengan logam manapun.

-Dalam suhu panas sekalipun bahan logam yang satu ini dapat mempertahankan kekuatannya terhadap oksidasi dan juga korosi.

-Ketika mencapai temperatur cryogenic, bahan metal ini tetap tidak berubah.

  • Sifat kimia dari stainless steel

Logam yang satu ini adalah logam yang paling disukai oleh para wanita, karena paling ramah terhadap berbagai macam peralatan dapur. Logam ini tahan lama, tidak mudah korosi dan juga tidak akan mempengaruhi rasa pada makanan. Selain itu permukaan logam stainless steel yang mengkilap juga mudah dibersihkan. Bahan logam yang satu ini memang terbuat dari beberapa macam bahan seperti Besi, krom,  dll. Bahan utama dalam membuat bahan ini adalah besi, seperti Anda ketahuibahwa besi mudah sekali berkarat, sedangkan karat pada besi dihasilkan oleh reaksi oksigen ketika akan berhadapan dengan air. Sedangkan kromium adalah sebuah lapisan transparant dan termasuk ke dalam kromium oksida, yang dapat mecegah kerusakan materi secara mekanik dan kimia. Bahan lainnya yang juga termasuk ke dalam stainless steel ini adalah nikelm molybdenum dan nitrogen. Kandungan nikel yang kecil dapat meningkatkan daya tahan terhadpa korosi. Pitting atau jaringan parut juga dapat dihindari dengan adanya bahan molybdenum .

Untuk lebih meningkatkan struktur baja itu sendiri maka ditambahkan beberapa unsur kimia lainnya,seperti tembaga, titanium dan vanadium. Selain logam ada juga bahan lain yang digunakan untuk membuat bahan ini yaitu nitrogen, silicon dan karbon.

Adanya sifat-sifat kimia seperti ini tentunya akan membuat korosi pada baja stainless steel tidak akan terjadi.

  • Keuntungan menggunakan baja stainless steel

Ada beberapa macam keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika menggunakan bahan stainless steel ini seperti ;

1.Tahan terhadap korosi

Campuran berbagai macam bahan logam dan non logam yang baik, akan dapat membuat logam yang satu ini menjadi tahan terhadap korosi, baik itu dari asam, larutan alkaline, klorida, dan berbagai macam penghasil korosi lainnya.

2.Tahan terhadap suhu tinggi dan rendah

Logam ini juga dapat bertahan di dalam suhu yang rendah dan juga dapat bertahan dalam suhu yang tinggi.

3.Proses pembuatan yang mudah

Proses pembuatan bahan ini juga tergolong lebih mudah.

4.Daya

Sifat baja ini memang keras, namun sengaja dirancang untuk tidak tebal, agar dapat mengurangi beban berat.

5.Estetika

Karena baja-baja ini dilapisi oleh crom maka permukaan logam ini menjadi lebih mengkilap, dan tentunya akan mudah dan bagus untuk dilihat.

 

  • Pengertian stainless steel /baja tahan karat .

Mengapa sebut stainless steel atau baja tahan karat, dan mengapa stainless steel tidak berkarat ? Disebut sebagai baja tahan karat (stainless steel) karena jenis baja ini tahan terhadap pengaruh oksigen dan memiliki lapisan oksida yang yang stabil pada permukaan baja. Artikel ini membahas pengertian stainless steel, jenis dan macam stainless steel serta karakteristik stainless steel.

Stainless steel bisa bertahan dari pengaruh oksidasi karena mengandung unsur chromium lebih dari 10,5%, unsur chromium ini yang merupakan pelindung utama baja dalam stainless steel terhadap gejala yang di sebabkan kondisi lingkungan.

  • pengertian stainless steel

Stainless steel di bagi dalam beberapa kelompok utama sesuai jenis dan porsentase material sebagai bahan pembuatan-nya. Kelompok / klasifikasi stainless steel antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok Stainless Steel Martensitic

Martensitic memiliki kandungan chrome sebesar 12% sampai maksimal 14% dan carbon pada kisaran 0,08 – 2,0%. Kandungan karbon yang tinggi merupakan hal yang baik dalam me-respon panas untuk memberikan berbagai kekuatan mekanis, misalnya kekerasan baja.

Baja tahan karat kelas martensitic menunjukkan kombinasi baik terhadap ketahanan korosi dan sifat mekanis mendapat perlakuan panas pada permukaannya sehingga bagus untuk berbagai aplikasi. Baja tahan karat kelompok ini bersifat magnetis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *